Feeds:
Posts
Comments

Semoga ini Rejeki tertunda

Baru seminggu ini saya memproklamirkan diri untuk Full TDA, dan Alhamdulillah seiring sejalan omset naek, hampir seminggu sekali stok kami selalu berganti meskipun hanya counter kecil produk-produk kami berkualitas boutiq sampai-sampai ada beberapa boutiq “mencontoh” produk kami, bahkan tetangga counter bilang “Counter beromset toko”. karena merasa ada persaingan disana kami berusaha berinovasi baik dari sisi produk ataupun dari sisi pelayanan
Tepat hari selasa (13 Oktober 2009)kami libur 1 hari (toko masih di jaga saya & istri – self Employee) kami libur untuk hunting barang untuk inovasi dari sisi pelayanan sambil kami istirahat sejenak.

Pada hari Rabu (14 Oktober 2009) kami buka counter dan kami kaget 1 Box berisi stok batik raib “berpindah tangan” dan anehnya si pelaku meninggalkan 3 brosur kartu kredit dari bank yang berbeda. sampai terbersit keinginan untuk kembali beramphibian tanpa beresiko, tanpa mikir takut kejadian kecurian dan selalu dapat gaji setiap bulannya, tapi keinginan itu dimentahkan oleh ingatan saya, saya teringat omset sedang naik2nya dan pelanggan sudah ada kami tidak mungkin meninggalkan pelanggan-pelanggan yang sudah cocok dan setia sama produk kami. bagi pemilik toko atau yang punya lebih dari 1 toko 1 box bukanlah hal yang berarti bagi mereka, tapi bagi kami 1 box yang berisi berkodi2 batik sangatlah berarti karena sebagian besar stok batik ada disana yang tersisa hanya batik yang ada di gantungan, di patung stok online dirumah dan di box kecil, untungnya masih ada yang bisa dijual.

Petugas keamanan pihak ITC akan melakukan investigasi masalah kasus ini, mohon do’a dari rekan2 TDA supaya rejeki kami tergantikan dengan rejeki yang lebih besar. kami yakin diantara kesulitan pasti ada kemudahan
Demikian curhatan dari kami semoga teman2 yang memiliki counter lebih berhati-hati, cek kembali apakah tutup sudah benar2 aman

Akhirnya Full TDA

Assalamu’alaikum.

Alhamdulillahirobbilalamiin, setelah hampir 7 tahun bekerja menjadi karyawan akhirnya mulai tanggal 6 Oktober 2009 kemarin saya akhirnya full TDA,

bisnis saya awalnya dari dunia online sampai suatu saat beberapa pelanggan menanyakan toko offlinenya dan Alhamdulillah sekarang sudah ada dan awal membuat toko offline tidaklah semudah membuat toko online, masih banyak kekurangan disana sini, tp berkat belajar dan terus belajar satu demi satu mulai tertutup kekurangannya

tetapi banyak sekali kekhawatiran di pikiran, karena bisnis belum lah ada perkembangan yang berarti dan belum sebesar teman2 TDA, kekhawatiran penghasilan yang ga tentu, dipandang remeh sama keluarga dan was2 ga ada pemasukan (tepatnya masih Self Employee) dulu pengasilan tetap sekarang tidak tetap kadang naik kadang menurun drastis, biasanya pagi sudah siap2 kerja ke kantor dengan pekerjaan rutin,sekarang tiba2 bingung pagi sudah pegang FB/email dan chatting dan ternyata lebih capek karena masih self employee
kata teman saya, saya terlalu nekad dan “bodoh”

keberanian mengambil keputusan untuk full TDA mungkin buat orang keputusan yang tidak wajar,
baik TDA maupun TDB adalah pilihan.
seperti kata pak Purdi E Chandra memulai usaha itu seperti orang mandi ga perlu mikir kalopun sabun ketinggalan tinggal keluar lagi
jika kita memulai usaha masih mikir untung atau tidak, cocok atau tidak, ya kapan memulainya
Sekedar sharing saja, usaha saya berawal dari jual batik 10 potong baju, itupun jualan teman2 kantor dan trus meningkat 1 lusin, 1 kodi dan akhirnya saya mencoba berjualan di dunia online, 2 minggu pertama sama sekali tidak ada penjualan sampai pada minggu ke 3 baru ada 1 minggu 1 orderan pertama, pada minggu ke 4 Alhamdulillah hampir setiap hari kami menerima SMS/email atau telepon yang tanya produk di website, karena ada beberapa customer menanyakan toko offline akhirnya kami hunting mencari toko, Alhamdulillah hasilnya mendapatkan counter yang cukup strategis, awalnya istri yang resign dan memilih focus jualan batik, karena kerepotan membagi 2 pekerjaan online dan offline akhirnya mau tidak mau saya harus ikut resign.

usaha saya sekarang memang belum besar, tapi semoga Alloh mempermudah dengan saya keluar dari pekerjaan, keputusan focus ke usaha karena dengan focus ke 2 hal saya sering “selingkuh waktu” hal itu juga kurang baik buat saya dan perusahaan saya bekerja dulu, mungkin beda dengan teman2 yang bisa “ber-amphibi-an” dengan tidak meninggalkan pekerjaan yang sudah diamanati perusahaan.
saya ucapkan terima kasih dan mohon doanya agar saya tetap istiqomah memilih fulltime, Semoga Alloh memberikan kerbekahan dan kesuksuksean kita semua
Semoga saya juga ga lirik-lirik yang lama…amin :)

Wassalamu’alaikum wr. wb.

keterangan :

TDA = Tangan di Atas = Komunitas pengusaha (bisa di sebut istilah sudah ga bekerja sama orang)

TDB = Tangan di Bawah (masih bekerja di perusahaan orang lain)

Amphibi = TDB ya TDA juga iya (bekerja sambil menjalankan bisnis)
Silahkan bergabung di  www.tangandiatas.com

Salam Sukses Mulia

Faza

www.geraibatik.com

ITC Kuningan VOIB B lt 2 no.14 – 15
085880444210

Sebagaimana sudah kita ketahui setiap Ahli Tauhid sebelum berhak mencapai pintu gerbang surga diharuskan melewati ujian berat yaitu menyeberangi jembatan yang membentang di atas Neraka Jahannam. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam melukiskan jembatan itu sebagai lebih tipis dari sehelai rambut dan lebih tajam dari sebilah pedang. Ada mereka yang sukses menyeberanginya, ada yang sukses namun terluka kena sabetan duri-duri dan besi-besi kait yang merobek sebagian anggota tubuhnya sementara ada yang gagal sehingga terjatuh dan terjerembab dengan wajahnya terlebih dahulu masuk ke dalam api menyala-nyala Neraka Jahannam.

وَلِجَهَنَّمَ جِسْرٌ أَدَقُّ مِنْ الشَّعْرِ وَأَحَدُّ مِنْ السَّيْفِ عَلَيْهِ كَلَالِيبُ وَحَسَكٌ يَأْخُذُونَ مَنْ شَاءَ اللَّهُ وَالنَّاسُ عَلَيْهِ كَالطَّرْفِ وَكَالْبَرْقِ وَكَالرِّيحِ وَكَأَجَاوِيدِ الْخَيْلِ وَالرِّكَابِ وَالْمَلَائِكَةُ يَقُولُونَ رَبِّ سَلِّمْ رَبِّ سَلِّمْ فَنَاجٍ مُسَلَّمٌ وَمَخْدُوشٌ مُسَلَّمٌ وَمُكَوَّرٌ فِي النَّارِ عَلَى وَجْهِهِ

“Dan Neraka Jahannam itu memiliki jembatan yang lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang. Di atasnya ada besi-besi yang berpengait dan duri-duri yang mengambil siapa saja yang dikehendaki Allah. Dan manusia di atas jembatan itu ada yang (melintas) laksana kedipan mata, ada yang laksana kilat dan ada yang laksana angin, ada yang laksana kuda yang berlari kencang dan ada yang laksana onta berjalan. Dan para malaikat berkata: ”Rabbi sallim. Rabbi sallim.” ( ”Ya Allah, selamatkanlah. Selamatkanlah.”)  Maka ada yang selamat, ada yang tercabik-cabik lalu diselamatkan dan juga ada yang digulung dalam neraka di atas wajahnya.” (HR Ahmad 23649)

Setiap orang yang mengaku beriman sudah barang tentu berharap dirinya masuk ke dalam golongan mereka yang selamat menyeberanginya sehingga berhak masuk Surga dan dijauhkan dari azab api neraka. Namun pertanyaannya ialah bagaimana hal itu bisa tercapai? Apa syarat-syarat agar seorang Mukmin berhak menikmati kesuksesan tersebut? Sebenarnya dalam hadits lain Nabi shollallahu ’alaih wa sallam telah mengisyaratkan sebagian jawabannya.

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَدْعُو النَّاسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِهِمْ سِتْرًا مِنْهُ عَلَى عِبَادِهِ، وَأَمَّا عِنْدَ الصِّرَاطِ، فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِي كُلَّ مُؤْمِنٍ نُورًا، وَكُلَّ مُؤْمِنَةٍ نُورًا، وَكُلَّ مُنَافِقٍ نُورًا، فَإِذَا اسْتَوَوْا عَلَى الصِّرَاطِ سَلَبَ اللَّهُ نُورَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ، فَقَالَ الْمُنَافِقُونَ انْظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ وَقَالَ الْمُؤْمِنُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنا فَلا يَذْكُرُ عِنْدَ ذَلِكَ أَحَدٌ أَحَدًا

“Allah akan memanggil umat manusia di akhirat nanti dengan nama-nama mereka ada tirai penghalang dari-Nya. Adapun di atas jembatan Allah memberikan cahaya kepada setiap orang beriman dan orang munafiq. Bila mereka telah berada di tengah jembatan, Allah-pun segera merampas cahaya orang-orang munafiq. Mereka menyeru kepada orang-orang beriman: ”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahaya kamu.” (QS Al-Hadid ayat 13) Dan berdoalah orang-orang beriman: ”Ya Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami.”(QS At-Tahrim ayat 8)  Ketika itulah setiap orang tidak akan ingat orang lain.” (HR Thabrani 11079)

Di antara solusinya ialah seorang mukmin mesti mengupayakan agar dirinya kelak memiliki cukup cahaya agar mampu menyeberangi kegelapan dan panasnya neraka. Sebab pada saat akan menyeberangi jembatan tersebut setiap orang dibekali Allah cahaya agar mampu melihat jalan yang sedang ditelusurinya di atas jembatan tersebut. Dan bila ia termasuk mukmin sejati cahaya yang diterimanya itu akan setia menemani dan menyinari dirinya sepanjang penyeberangan itu hingga sampai ke ujung menjelang pintu surga. Namun jika ia termasuk orang yang imannya bermasalah lantaran begitu banyak dosanya, apalagi kalau ia termasuk orang munafik, maka di tengah perjalanan menyeberangi jembatan Allah tiba-tiba padamkan cahaya yang menemaninya sehingga ia dibiarkan dalam kegelapan dan akibatnya ia menjadi tersesat dan terjatuh ke dalam api neraka.

Begitu cahaya orang-orang munafik itu mendadak dipadamkan Allah, maka mereka akan berteriak panik dan memohon kepada orang-orang beriman sejati agar dibagi sebagian cahaya yang setia menemani mukmin sejati itu. Sungguh gambaran mengerikan yang dengan jelas diuraikan Allah di dalam ayat-ayat berikut ini:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ يَوْمَ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ لِلَّذِينَ آَمَنُوا

انْظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ قِيلَ ارْجِعُوا وَرَاءَكُمْ فَالْتَمِسُوا نُورًا

فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُورٍ لَهُ بَابٌ بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِنْ قِبَلِهِ

الْعَذَابُ يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ قَالُوا بَلَى وَلَكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ

أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ حَتَّى

جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ فَالْيَوْمَ لَا يُؤْخَذُ مِنْكُمْ فِدْيَةٌ وَلَا

مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مَأْوَاكُمُ النَّارُ هِيَ مَوْلَاكُمْ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

”Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak, (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mu’min laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak. Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”. Dikatakan (kepada mereka): “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”. Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mu’min) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu. Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka. Dialah tempat berlindungmu. Dan dia adalah sejahat-jahat tempat kembali.” (QS Al-Hadid ayat 11-15)

Lalu apakah amal perbuatan yang akan menyebabkan seorang mukmin memiliki cukup cahaya untuk sukses menyeberangi jembatan itu? Ternyata, di antaranya ialah kesungguhan seorang mukmin untuk bertaubat dari dosa-dosa yang selama ini dia kerjakan. Inilah yang disebut dengan aktifitas Taubatan Nasuhan (Taubat Yang Murni). Taubatan Nasuha inilah yang akan menyebebkan seorang mukmin memperoleh cahaya yang disempurnakan untuk sukses menyeberangi jambatan Neraka. Bukan taubat musiman alias taubat yang tidak menyebabkan seseorang benar-benar meninggalkan perbuatan dosa yang dilakukannya. Perhatikanlah ayat Allah berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

”Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan Taubatan Nasuhan (taubat yang semurni-murninya), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS At-Tahrim ayat 8)

Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, dari Nabi shollallahu ’alaih wa sallam, beliau bersabda: ”Shirath itu setajam pedang dan sangat menggelincirkan.” Beliau melanjutkan: ”Lalu mereka melintas sesuai dengan cahaya yang mereka miliki. Maka di antara mereka ada yang melintas secepat meteor,  ada pula yang melintas secepat kedipan mata, ada pula yang melintas secepat angin, ada pula yang melintas seperti orang berlari, dan ada pula yang berjalan dengan cepat. Mereka melintas sesuai amal perbuatan mereka, hingga tibalah saat orang yang cahayanya ada di jari jempol kedua kakinya melintas, satu tangannya jatuh, dan satu tangannya lagi menggantung, satu kakinya jatuh dan satu kakinya lagi menggantung, kedua sisinya terkena api neraka.”

Kedua, seorang Mukmin akan dijamin memiliki cukup cahaya saat menyeberangi jembatan di atas Neraka jika ia rajin berjalan ke masjid dalam kegelapan untuk menegakkan sholat wajibnya semata ingin meraih keridhaan Allah. Nabi bersabda:

بَشِّرْ الْمَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan menuju masjid-masjid dalam kegelapan dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.” (HR Ibnu Majah 773)

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam seringkali ketika berjalan menuju ke masjid berdoa dengan doa sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا

وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِ

نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا

“Ya Allah jadikanlah cahaya dalam hatiku, dalam penglihatanku, dalam pendengaranku, di sebelah kananku, di sebelah kiriku, di sebelah atasku, di sebelah bawahku, di depanku, di belakangku dan jadikanlah aku bercahaya.” (HR Bukhary 5841)

Ketiga, seorang Mukmin akan sukses menyeberangi jembatan neraka bila ia melindungi sesama mukmin dari kejahatan orang Munafik. Dan sebaliknya barangsiapa yang mengucapkan perkataan buruk untuk mencemarkan seorang Muslim, maka Allah akan menghukumnya dalam bentuk ia ditahan di atas jembatan neraka hingga dosa ucapannya menjadi bersih.

مَنْ حَمَى مُؤْمِنًا مِنْ مُنَافِقٍ أُرَاهُ قَالَ بَعَثَ اللَّهُ مَلَكًا يَحْمِي

لَحْمَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ وَمَنْ رَمَى مُسْلِمًا بِشَيْءٍ يُرِيدُ

شَيْنَهُ بِهِ حَبَسَهُ اللَّهُ عَلَى جِسْرِ جَهَنَّمَ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ

“Barangsiapa melindungi seorang Mukmin dari kejahatan orang Munafik, Allah akan mengutus malaikat untuk melindungi daging orang itu –pada hari Kiamat- dari neraka jahannam. Barangsiapa menuduh seorang Muslim dengan tujuan ingin mencemarkannya, maka Allah akan menahannya di atas jembatan neraka jahannam hingga orang itu dibersihkan dari dosa perkataan buruknya.” (HR Abu Dawud 4239)

Saudaraku, sungguh kita semua sangat membutuhkan cahaya yang mencukupi untuk menyeberangi jembatan neraka dengan selamat. Semoga Allah masukkan kita bersama ke dalam golongan Mukmin sejati. Semoga Allah bersihkan hati kita bersama dari penyakit kemunafikan. Sebab kemunafikan akan menyebabkan cahaya seseorang tiba-tiba padam saat menyeberangi jembatan neraka sehingga ia menjadi  tergelincir lalu jatuh ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Na’udzubillahi min dzalika…!

اَللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاق وَ اَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاء وَ أَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِب وَ أَعْيُنَنَا مِنَ الخِْيَانَة إِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُن وَ مَا تُخْفِ الصُّدُور

Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari kemunafikan, dan ‘amal perbuatan kami dari riya dan lisan kami dari dusta serta pandangan mata kami dari khianat. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu khianat pandangan mata dan apa yang disembunyikan hati.

Saatnya TAKE ACTION

Milad 3 TDA

Milad 3 TDA

Assalamu’alaikum wr. wb.

Virus² dari TDA (red : tangan diatas)masih nempel di otak kami, rasanya ingin sekali take action, kata orang sukses seribu langkah diawali dengan langkah pertama, saat ini memang saya masih TDB (red : tangan dibawah) ” istilah untuk pekerja atau karyawan” keinginan itu semakin kuat saat teman² TDA maju ke panggung pada saat Milad minggu kemaren menerima berbagai penghargaan dari yang wisuda yang berawal dari TDB menjadi Full TDA, sampai yang Go Double “Omset 2 kali lipat”.

Action I : yang saat ini sudah berjalan kami sudah jualan batik pekalongan meskipun awalnya jualan kami kecil²an, maklum masih mentok dimodal (finansial) kami jual di rekan² kantor, Alhamdulillah laris manis :) dan insya Alloh kami mencoba export batik kami ke Luar Negeri, belum tau ini sudah pasti atau belum ada salah satu rekan TDA menawarkan batik kami untuk di export ke australia dan ga nanggung² beliau pesan buanyak, kami senang sih sekaligus bingung….bingung nyari gimana caranya bisa tembus sesuai dengan pesanan. karena prinsip kami, kami tidak mau mengecewakan customer pesanan sekecil apapun apalagi ini luar biasa besar.

tadi pagi sih sempet masih belum percaya aja apa iya baru kenal langsung order batik banyak itupun via chatting

tapi  klopun ga jadi order,it’s OK ambil positifnya aja toh kami juga ga kehilangan apa² bahkan kami bisa dapat kenalan beberapa produsen (Saat ini masih gerilya mencari)doa kami selalu yang terbaik buat kami. Doakan langkah kami lancar….amin

Action II : besok insya Alloh hari sabtu (06 Maret 2009) kami mo silaturahmi ke produsen Hidrojel dan boneka rumput horta sekalian beli beberapa produk untuk kami pasarkan secara offline dan online modalnya cuman NEKAD dan TEKAD yang bulat.Sore ini rencana persiapan buat desain website untuk 2 produk baru kami (hidrojel & boneka horta plus terarium), Hari minggu kami menyusun rencana strategi penjualan dan pembuatan brosur & kartu nama persiapan untuk hari senin ada undangan Diskusi Pasar Muslim Depok sekalian nyebar kartu nama dan brosur sebanyak²nya untuk temen² milis pengusaha muslim, semoga aja ada pembeli dan mendatangkan order sebanyak²nya amin….

Cukup sekian sekilas action² kami meskipun diangan2 masih banyak action yang blurr….heheheh

Pesan buat TDA Founder (Pak Roni) kami terima Tantangan 90 hari setelah Milad TDA

Wassalamu’alaikum

Salam Sukses

Faza
YM : maszaza

Sikap Ekslusif

Dengar kata² ekslusif rasanya ada ruang tersediri dari komunitas tertentu…coba deh baca opini dari blog dibawah ini :) , yang merasa ekslusif jgn tersinggung yeee…

so… berkesan ekslusif? Penting ga seh? :)

 

Sumber : http://zahratha.multiply.com/journal/item/12

Eksklusif, mungkin kata ini tak asing lagi bagi kita, terutama dikalangan muslimah, hal ini bukan merupakan hal yang disengaja, tapi merupakan lahir dari keinginan untuk kaffah dalam hal bersikap.

Tapi yang sering menjadi sorotan adalah muslimah, mereka bilang orang yg berjilababer itu sombong, jutek, dan eksklusif (sebel dech )

Biasanya mereka bersikap seperti itu terhadap lawan jenisnya, kita berbicara nunduk, tanpa memperhatikan lawan bicara kita, mungkin bagi yg udh paham ga masalah, tp bagi orang yang masih amah (blm ngerti masalah pandangan) dia akan tersinggung, jd bsk2nya dia ga mau ngomong sama kita, karena merasa di cuekin ketika kita ngomong, padahal sebenernya kita mah ngedengerin. Ada cerita yg lucu, mengenai masalah menjaga pandangan “Ketika itu ada seorang ikhwan dan akhwat berpapasan dijalan, akhwat tersebut tidak berani melihat si ikhwan, dia nunduk terus, sampe2 ga tau kalo didepannya ada sebuah selokan, tanpa ada aba2 si akhwat tersebut langsung aja nyebur , otomatis si ikhwan jd nengok, si ikhwan merasa iba, mau nolongin tp bkn muhrimnya, ya udh si ikhwan tersebut langsung jalan terus.” emang kita harus menjaga pandangan kita, tp ga perlu seperti itu kan!!!

Sebenarnya kta bisa mengatasi hal tersebut, misalkan ketika kita berbicara dengan lawan bicara yg bukan muhrim, kita bisa menatap gerakan bibirnya atau kita bs melihat kupingnya, asal jgn melihat tatapan matany, karena yg ga blh itukan tatapan mata, kan dengan seperti itu dia ga merasa di cuekin.

Muslimah yg berjilbab memang banyak ga perlu beramah2, meskipun itu terhadap tetangga kita apalagi lawan jenis, Berbicar seperlunya memang bagus, tp kita perlu tau bahwa tetangga sering menjadi org pertama jika terjadi sesuatu yg terjadi, ga salah kan kita menyapanya, atau setidaknya menganggung sedikit saat didepan mereka.

Sikap eksklusif jg bukan diperuntukan lawan jenis aja, tp juga kpd perempuan sekitar rmh, bukannya bagi sesama wanita justru lebih terbuka, tersenyum atau menyapanya adalah hal2 yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir kesan ga ramah itu.

Biasanya akhwat yg jilababer akrab hanya pd jlbaber yg lain, ada temen saya yg ga pake jlbab bil “kenapa sih org yg jllbaber itu ngomongnya sm jilbaber jg, ketika saya mau gabung eh mrk diam,”

Kenapa? bukannya semua org adlh obyek da’wah yg hrs kita ajak kpd kebaikan? kenapa seolah2 ada pengelompokan, jilbab lebar dan tidak, ikhwan berjenggot dan tidak, dll

PADAHAL GA GITU KAN????

Oleh: Emha Ainun Nadjib

Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun. “Cak Nun,” kata

sang penanya, “misalnya pada waktu bersamaan tiba-tiba sampeyan menghadapi

tiga pilihan, yang harus dipilih salah satu:

pergi ke masjid untuk shalat Jumat, mengantar pacar berenang, atau mengantar

tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan

pilih?”

Cak Nun menjawab lantang, “Ya nolong orang kecelakaan.”

“Tapi sampeyan kan dosa karena tidak sembahyang?” kejar si penanya.

“Ah, mosok Allah ndeso gitu,” jawab Cak Nun. “Kalau saya memilih shalat

Jumat, itu namanya mau masuk surga tidak ngajak-ngajak, ” katanya lagi. “Dan

lagi belum tentu Tuhan memasukkan ke surga orang yang memperlakukan

sembahyang sebagai credit point pribadi.

Bagi kita yang menjumpai orang yang saat itu juga harus ditolong, Tuhan

tidak berada di mesjid, melainkan pada diri orang yang kecelakaan itu.

Tuhan mengidentifikasikan dirinya pada sejumlah orang.

Kata Tuhan: kalau engkau menolong orang sakit, Akulah yang sakit itu.

Kalau engkau menegur orang yang kesepian, Akulah yang kesepian itu.

Kalau engkau memberi makan orang kelaparan, Akulah yang kelaparan itu.

Seraya bertanya balik, Emha berujar, “Kira-kira Tuhan suka yang mana dari

tiga orang ini.

Pertama, orang yang shalat lima waktu, membaca al-quran, membangun masjid,

tapi korupsi uang negara.

Kedua, orang yang tiap hari berdakwah, shalat, hapal al-quran, menganjurkan

hidup sederhana, tapi dia sendiri kaya-raya, pelit, dan mengobarkan semangat

permusuhan.

Ketiga, orang yang tidak shalat, tidak membaca al-quran, tapi suka beramal,

tidak korupsi, dan penuh kasih sayang?”

Kalau saya, ucap Cak Nun, memilih orang yang ketiga. Kalau korupsi uang

negara, itu namanya membangun neraka, bukan membangun masjid. Kalau korupsi

uang rakyat, itu namanya bukan membaca al-quran, tapi menginjak-injaknya.

Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya tidak sembahyang, tapi menginjak

Tuhan. Sedang orang yang suka beramal, tidak korupsi, dan penuh kasih

sayang, itulah orang yang sesungguhnya sembahyang dan membaca Al-Quran.

Kriteria kesalehan seseorang tidak hanya diukur lewat shalatnya. Standar

kesalehan seseorang tidak melulu dilihat dari banyaknya dia hadir di

kebaktian atau misa. Tolok ukur kesalehan hakikatnya adalah output sosialnya

: kasih sayang sosial, sikap demokratis, cinta kasih, kemesraan dengan orang

lain, memberi, membantu sesama.

Idealnya, orang beragama itu seharusnya memang mesti shalat, ikut misa, atau

ikut kebaktian, tetapi juga tidak korupsi dan memiliki perilaku yang santun

dan berkasih sayang.

Agama adalah akhlak. Agama adalah perilaku. Agama adalah sikap. Semua agama

tentu mengajarkan kesantunan, belas kasih, dan cinta kasih sesama. Bila kita

cuma puasa, shalat, baca al-quran, pergi ke kebaktian, ikut misa, datang ke

pura, menurut saya, kita belum layak disebut orang yang beragama. Tetapi,

bila saat bersamaan kita tidak mencuri uang negara, meyantuni fakir miskin,

memberi makan anak-anak terlantar, hidup bersih, maka itulah orang beragama.

Ukuran keberagamaan seseorang sesungguhnya bukan dari kesalehan personalnya,

melainkan diukur dari kesalehan sosialnya. Bukan kesalehan pribadi, tapi

kesalehan sosial. Orang beragama adalah orang yang bisa menggembirakan

tetangganya. Orang beragama ialah orang yang menghormati orang lain, meski

beda agama. Orang yang punya solidaritas dan keprihatinan social pada kaum

mustadh’afin (kaum tertindas). Juga tidak korupsi dan tidak mengambil yang

bukan haknya.

Karena itu, orang beragama mestinya memunculkan sikap dan jiwa sosial

tinggi. Bukan orang-orang yang meratakan dahinya ke lantai masjid, sementara

beberapa meter darinya, orang-orang miskin meronta kelaparan.

Continue Reading »

Sekilas,
peristiwa gugurnya dedaunan tumbuhan tampak seperti kejadian alam
biasa. Namun ternyata tidak demikian bagi para ilmuwan, yang meneliti
sungguh-sungguh fenomena yang diistilahkan dengan “abscission” ini

Hidayatullah.com–Abscissionadalah suatu proses yang dilakukan tumbuhan untuk memisahkan dan
‘membuang’ organ tumbuhan seperti dedaunan, kelopak bunga, bunga dan
buah yang tidak lagi diperlukan tumbuhan atau yang terserang penyakit.
Bukan peristiwa sederhana
Gugurnya organ tumbuhan ini ternyata melibatkan sistem informasi genetika yang rumit. ParapenelitiUniversityof Missouri(MU) telah menyingkap kendali pengaturan pengguguran organ tumbuhan pada tanaman jenis Arabidopsis thaliana, yang seringkali dijadikan bahan percobaan di laboratorium.
Bidang
ini sangat menarik perhatian bagi industri tanaman buah dan bunga
potong. Hal ini karena para pengusaha di bidang itu sangat bergantung
pada zat-zat atau faktor-faktor pendorong atau penghambat pengguguran
organ tumbuhan bernilai bisnis ini, di antaranya dalam rangka menjaga
mutu buah. Demikian papar situs warta iptek Physorg.com, 22  September 2008.
Menurut John Walker, kepala the MU Interdisciplinary Plant Group di the ChristopherS.BondLifeSciencesCenter,
tumbuhan menggugurkan organnya karena sejumlah alasan. Dedaunan tua,
misalnya, digugurkan guna membantu daur ulang zat-zat makanan,
sementara buah-buahan yang telah masak rontok dan jatuh ke bawah guna
membantu penyebaran benih.
Juga,
bagian-bagian bunga yang terkena penyakit sengaja digugurkan dan
dibuang oleh tumbuhan. Hal ini sengaja dilakukan untuk mencegah
penjalaran penyakit.
Banyak yang tidak diketahui
Namun
begitu masih ada sisi lain tentang pengguguran organ tumbuhan ini yang
belum terungkap ilmuwan. Mereka masih belum paham mengapa Arabidopsis thaliana menggugurkan bagian-bagian bunganya setelah bunga tersebut dewasa.
Bagian-bagian bunga tumbuhan Arabidopsis thaliana tidaklah memerlukan ruang besar, sehingga penggugurannya tidak terlihat
memiliki kegunaan yang jelas. Anehnya gen-gen yang bekerja memicu
pengguguran ini sudah ada di tumbuhan itu sejak lama, kata Walker.
“Proses pengguguran adalah sebuah fenomena yang masih perlu diungkap secara penuh,” kata Walker, yang juga menjabat profesor ilmu biologi di MU’s College of Arts and Science.
Ilmu Allah Mahaluas
Demikianlah
gugurnya daun, bunga, buah dan bagian tumbuhan lain ternyata bukan
kejadian biasa atau kebetulan saja. Itu adalah peristiwa besar yang
sengaja Allah ciptakan, yang melibatkan pengaturan rumit gen-gen
tumbuhan.
Tanpa
pengguguran ini, takkan ada daur ulang zat gizi, takkan ada
penyebarluasan biji dan takkan ada pencegahan perluasan penyakit.. Jika
kesemua proses ini terhenti, tumbuhan pada akhirnya akan punah.
Akhirnya manusia, yang sangat bergantung pada keberadaan tumbuhan,
sudah pasti akan menderita dan sirna juga dari muka bumi.
Pernyataan profesor bahwa pengguguran bagian bunga Arabidopsis thaliana tampak tidak memiliki kegunaan jelas hanyalah menunjukkan belum
mampunya sang ilmuwan memahami pemahaman utuh tentang fenomena itu. Ini
juga isyarat jelas keterbatasan pengetahuan manusia dan Mahaluasnya
Ilmu Allah.
Allah,
Dialah yang menciptakan segala sesuatu, sekecil apa pun, dengan maksud
dan tujuan yang jelas, demi kebaikan seluruh alam, termasuk manusia.
Dialah yang telah menciptakan isi alam ini, beserta peristiwa, dengan
sempurna, seimbang dan menurut takdir atau pengetahuan Mahahebat Allah
yang telah tertulis dalam Lauh Mahfuzh. Tak terkecuali penciptaan
peristiwa gugurnya organ tumbuhan, seperti dedaunan dan biji-bijian,
yang merupakan salah satu bentuk kenikmatan dari Allah yang Maha
Pengasih untuk manusia:”Dan
pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang
mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di
daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan
Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam
kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan
tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. 6:59).

[ah/physorg.com/www.hidayatullah.com]

Alhamdulillah lebaran tahun ini kami bisa berkumpul kembali, kami merasa inilah lebaran pertama kali kami kumpul dengan keluarga baru. yang pertama keluarga dari my sweety dari semarang dan yang kedua dari keluarga di pekalongan, kebetulan di pekalongan juga kakak ngadain kumpul² halal bi halal bani abdurahman yang pertama kali, ide kumpul bani abdurahman atas ide dari bapak dan mas fauz….alhamdulillah beberapa keluarga yang diundang bisa datang meskinpun ada sebagian yang belum bisa datang dengan alasan beragam…yo wislah yang penting acara sukses alhamdulillah….

Semoga keluarga baru ini dapat kokoh memperjuangkan islam dan tetep istiqomah dijalan NYA amin :)

Keluarga semarang

Keluarga semarang

Pengalaman Mudik

Assalamu’alakum wr. wb.

Saat lebaran tiba…. hal yang tidak asing di telinga kita adalah kata² mudik, kali ini saya mendapatkan pengalaman mudik pertama kali, bagaimana bahagianya mendengar kata2 mudik tapi kebahagiaan itu sempat tertunda karena alat transportasi yang saya naiki ternyata tidak sesuai yang saya bayangkan sebelemnya,

Setahu saya transportasi dengan logo “Eksekutif” adalah kelas yang paling enak dan nyaman, ternyata bayangan itu tidak sesuai dengan kenyataan,

KA kamandanu_lebaran (Kereta Tambahan) ternyata menurut saya bukanlah KA eksekutif tetapi KA bekas eksekutif yang kembali diaktifkan, bagaimana tidak… ternyata fasilitas yang diberikan KA eksekutif ini tidak “melekat” (maksud saya fasilitas tidak sesuai), dari AC (Air conditionair- bukan Angin cendela) yang ga dingin alias mati di tempat, fasilitas makan hanya dapat snack, tidak ada welcome drink (dengan alasan masih dalam bulan puasa) dan yang sempat membuat hati kami kesal waktu kami menanyakan ke masinis soal AC hanya di jawab “ya…begini ini mas” saat itu sempat hati ini panas & jengkel tapi apa daya kami butuh untuk pulang :) ,

Secara ga sengaja didepan kotak snack ada nomer HP yang tertera untuk komplain (disnack tidak tertera komplain fasilitas KA apa soal makanannya :) ), iseng² deh saya SMS….tapi hasilnya nihil juga, Semoga dengan blog ini ada pihak KA yang sudi melirik / sekedar tahu aja juga gpp :)

dengan harga eksekutif (300-320rb) tetapi kami hanya mendapatkan fasilitas layaknya KA bisnis

Mungkin segitu dulu kisah mudik saya di KA kamandanu lebaran, terima kasih atas fasilitas KA saat kami balik ke jakarta (Argo Muria)

foto² KA Kamandanu Lebaran

SELAMAT IDUL FITHRI 1429 H

Taqabalallahu minna wa minkum
shiyamana wa siyamakum

Saatnya kembali bersuci diri….
Tinggalkan segala keduniawian
Untuk bersujud khusyu’ di atas sajadah
Bertakbir memuji sang Khalik
Bersihkan hati yang mulai berdebu
Tentramkan jiwa yang lelah
untuk mema’afkan dan memohon ampunan

Taqqobalallahu Minna Waminkum, Taqobal Ya Karim,
Allaahumma baariklanaa fi Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan
Ya Rabb, berkahi kami pada bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan,
Amiin.

SELAMAT IDUL FITHRI 1429 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

MUDIK DULU YA :)

Older Posts »