
Perasaan sedih terasa menyeruak ke permukaan, tatkala cobaan yang
Allah berikan ini terasa membebani. Padahal kapasitas cobaanya bisa
dibilang ringan. Saya mungkin bukan hanya satu-satunya orang yang
mendapat cobaan.
Bahkan mungkin saja penderitaan atau cobaan saya
tidak seberapa bila dibandingkan dengan cobaan yang menimpa orang
lain. Berapa banyak di dunia ini orang yang terbaring sakit di atas
ranjang selama bertahun-tahun dan hanya mampu membolak-balikkan
badannya saja, lalu merintih kesakitan dan menjerit menahan nyeri.
Berapa banyak orang tua yang harus kehilangan buah hatinya, baik yang
masih belia dan lucu-lucu, atau yang sudah remaja dan penuh harapan.
Betapa banyaknya didunia ini orang yang menderita, mendapat ujian dan
cobaan, belum lagi mereka yang harus setiap saat menahan himpitan hidup.
Seringan apapun cobaan ternyata sangat membebani perasaan, apapun itu
cobaannya. Dan ini bisa dibilang karena lemahnya iman. Iman saya pada
saat itu mungkin berada pada titik terendah sehingga cobaan yang
menimpa terasa berat membebani. Padahal dalam Al-Qur’an surat
Al-Baqarah ayat 286 disana dikatakan bahwa… “Allah tidak membebani
seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” Tetapi, pada saat
itu perasaan ssedih tetap saja ada tak terbendungkan. Itulah mungkin
karena kurangnya iman… Astaghfirullah
Seperti yang kita ketahui, masing-masing orang mempunyai tingkat
keimanan yang berfariasi, hanya Allah lah yang paling tahu kualitas
keimanan seorang hamba. Makin tinggi kualitas iman seseorang, makin
berat pula cobaan yang harus dihadapinya. Tak heran jika para Nabi
harus mengemban cobaan yang sangat berat. Terlepas dari berat atau
ringannya cobaan yang diberikan Allah, yang pasti cobaan itu akan
tetap dialami seorang hamba selama ia berjalan di muka bumi.
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. 2:155)
yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Innaa lillahi wa innaa ilaihi raajiuun. (QS. 2:156)
Dan di dalam ayat yang lainnya pun Allah SWT telah memberikan arahanya
sebagaimana berikut ini :

Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. 65:3)

Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya..” (QS.
Ath-Thalaq (65): 5)
“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia
akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala
kesalahan-kesalahan dan mengampuni (dosa-dosa) kalian.” (QS. Al-Anfal
(8): 29)
Subhanallah, Allah SWT telah memberikan petunjuk-Nya bagi kita semua
begitu sempurnanya, tapi kitanya sendiri yang lalai, selalu terlena
oleh bujuk rayunya dunia… termasuk diri saya ini… Astaghfirullah
Sahabat… Tengoklah kanan kiri. Tidaklah Anda menyaksikan betapa
banyaknya orang yang sedang mendapatkan cobaan dan betapa banyaknya
orang yang sedang tertimpa bencana? Telusurilah, di setiap rumah pasti
ada yang sedang merintih, dan setiap pipi pasti pernah basah oleh air
mata. Sungguh, betapa banyaknya penderitaan yang terjadi, dan betapa
banyak pula orang-orang yang sabar menghadapinya, dan betapa banyak
pula orang-orang yang tidak sabar menghadapinya yang memerlukan uluran
tangan kita.
Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu haditsnya, “Belum sempurna
iman seseorang kalau tidur dalam keadaan kenyang padahal dia tahu
tetangganya tidak bisa tidur karena -’lapar’-.”
“Tidak sempurna iman seseorang diantara kamu, sehingga mencintai
saudaranya (keluarga, sahabat, dan sebagainya) seperti mencintai
dirinya sendiri.” (HR. Muslim)
Wallahu A’lam



bagi seorang muslim yang mengaku beriman tetapi belum pernah diuji, mestinya bertanya pada dirinya sudah sejauh manakah kadar keimanannya. makin tinggi tngkat pendidikan, makin sukar ujian. Tapi, buktinya, toh tetap juga dapat dilalui dengan baik. Persoalan ujian yang berkolerasi erat dengan keimanan pun demikian. Semakin tinggi keimanan seseorang, akan semakin deras ujiannya, dan yakinlah, dia akan semakin memiliki kemampuan dan kesabaran untuk mengunggulinya seiring dengan meningginya keimanan dan ketaatan.
#Weke Is
Alhamdulillah, seharusnya itulah kata² yang pantas kita ucapkankan ketika cobaan itu kita dapatkan, karena dengan cobaan itu Insya Alloh menambah tingkat kedewasaan kita, tapi kadang “bisikan” negatif selalu timbul menggoncang tingkat iman seseorang, semoga aja dengan posting ini dapat bermanfaat dan semakin yakin bahwa kita ga sendiri ya bro…thanks bro…
Imam Syafi’i ditanya
“Mana y9 lebih aFdhoL, SeseoRang itu diteguhkan atau diuji?”
Beliau menjawaB,
“SeseoRang itu tdk mungkin diteguhkan tanPa diuji”
salam..met menjalankan ibadah puasa ramadhan..